EKONOMI PENDIDIKAN

Rektor Unpatti Angkat Peran SDM Maluku dalam Seminar Kemerdekaan Energi dan Blok Masela

Share Berita

AMBON, RN Today.com – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertajuk “Kemerdekaan Energi Indonesia: Gas Abadi Blok Masela untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” yang digelar Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Seminar tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas masa depan Blok Masela, kedaulatan energi nasional, hilirisasi, serta bagaimana kekayaan sumber daya alam dapat memberikan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia, khususnya Maluku sebagai daerah yang memiliki potensi energi strategis.

Dalam forum tersebut, Rektor Unpatti akan membawa perspektif akademik mengenai pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) Maluku dalam menghadapi pengembangan industri energi berskala besar. Keberadaan Blok Masela dinilai tidak hanya berkaitan dengan investasi dan eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga harus diikuti dengan kesiapan masyarakat lokal melalui pendidikan, peningkatan kompetensi dan penguasaan teknologi.

Perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menyiapkan SDM yang mampu mengambil bagian dalam rantai industri energi, mulai dari tenaga profesional, peneliti, teknisi hingga pelaku usaha yang dapat terlibat dalam kegiatan hilirisasi. Karena itu, pengembangan Blok Masela diharapkan dapat membuka ruang lebih besar bagi institusi pendidikan di Maluku untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah dan industri.

Seminar ini juga menghadirkan Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.M., Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Negosiasi, Diplomasi dan Kerjasama Mineral dan Batubara sekaligus Komisaris PT Pertamina International Shipping. Selain itu, hadir Pdt. Dr. (Hc.) Jacklevyn Frits Manuputty, S.Th., S.Fil., M.A., Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), dengan perspektif sosial dan moral mengenai pengelolaan sumber daya alam.

Kehadiran berbagai tokoh dari unsur pemerintahan, akademisi dan keagamaan diharapkan menghasilkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan Blok Masela. Pembahasan tidak hanya diarahkan pada kepentingan energi nasional, tetapi juga pada aspek keadilan, kesejahteraan masyarakat, pembangunan daerah dan keberlanjutan.

Bagi Maluku, pengembangan Blok Masela menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa masyarakat daerah penghasil tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan industri energi. Penguatan pendidikan dan SDM lokal menjadi salah satu kunci agar manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan secara lebih luas.

Seminar dengan semangat “Membangun Negeri dengan Energi Kita Sendiri” tersebut dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom pada Jumat, 15 Agustus 2026, pukul 14.00 WIB hingga selesai. Diskusi akan dipandu oleh Ana Lambe, PNPS, sebagai moderator.

Melalui forum ini, Senior GMKI mendorong lahirnya gagasan strategis tentang masa depan energi Indonesia sekaligus posisi Maluku dalam agenda tersebut. Blok Masela diharapkan tidak hanya menjadi simbol kekayaan energi nasional, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Editor : RN01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *