PENDIDIKAN

UNPATTI Dorong Sekolah Laboratorium Terintegrasi, Rektor Akui Kendala Fasilitas Masih Mengganjal

Share Berita

Ambon, RN Today.com – Universitas Pattimura (UNPATTI) kembali menegaskan arah kebijakan pendidikannya dengan mendorong pengembangan sekolah laboratorium terintegrasi sebagai bagian dari kontribusi nyata di sektor pendidikan dasar dan menengah. Langkah ini disebut bukan sekadar program kampus, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia di Maluku.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor UNPATTI, Fredy Leiwakabessy, saat menerima kunjungan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di ruang rapat rektor, Jumat (10/4/2026). Kunjungan itu sekaligus menjadi ajang verifikasi lapangan terhadap rencana pengembangan sekolah laboratorium yang tengah digagas.

Dalam agenda tersebut, tim kementerian tidak hanya meninjau lokasi pembangunan, tetapi juga mengamati langsung proses pembelajaran yang telah berjalan. Hasil pemantauan ini menjadi indikator awal sejauh mana kesiapan UNPATTI dalam mengembangkan model pendidikan terintegrasi berbasis kampus.

Rektor menegaskan bahwa program ini memiliki nilai strategis nasional karena menyasar pembentukan kualitas SDM sejak usia dini. Ia menilai, keberadaan sekolah laboratorium dapat menjadi ruang uji coba berbagai inovasi pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Ini bisa kita sebut sebagai program strategis nasional karena memiliki dampak besar bagi pengembangan sumber daya manusia ke depan,” ujar Fredy.

Pengembangan sekolah laboratorium UNPATTI sendiri telah dimulai sejak 2021 dengan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Untuk jenjang SMP dan SMA, capaian akreditasi A menjadi salah satu indikator bahwa sistem yang dibangun mulai menunjukkan hasil yang signifikan.

Lebih jauh, UNPATTI mengklaim telah menerapkan sistem pembelajaran berbasis riset dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium kampus sebagai penunjang utama. Model ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dan inovatif.

Namun di balik optimisme tersebut, persoalan klasik belum sepenuhnya terurai. Rektor secara terbuka mengakui keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi hambatan utama, terutama karena penggunaan gedung lama yang dialihfungsikan sebagai kompleks pendidikan. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat akselerasi program jika tidak segera direspons dengan dukungan infrastruktur yang memadai.(RN-BE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *