Ambon, RN today.com – Lonjakan inflasi di Provinsi Maluku kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Maluku pada Februari 2026 mencapai 5,97 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada pada angka 4,76 persen. Kondisi ini dinilai memberi tekanan besar terhadap perekonomian masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Pengamat kebijakan publik, W. Tomson, menilai tingginya inflasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah provinsi belum mampu mengendalikan kenaikan harga dengan strategi yang efektif.
“Tren inflasi ini menandakan bahwa pemerintah daerah belum memiliki langkah pengendalian yang tepat. Dampaknya sangat terasa bagi masyarakat kecil yang harus menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujar Tomson di Ambon, Jumat (14/3).
Menurutnya, kenaikan harga komoditas menyebabkan daya beli masyarakat menurun drastis. Banyak keluarga terpaksa mengatur ulang pengeluaran rumah tangga, bahkan mengurangi konsumsi makanan bergizi demi menyesuaikan dengan kondisi ekonomi.
Ia juga mengingatkan bahwa inflasi berkepanjangan tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga dapat menekan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi berpotensi memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual di tengah daya beli masyarakat yang justru sedang melemah.
“Jika ini terus terjadi, pelaku UMKM berada pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara menaikkan harga atau menanggung biaya produksi yang semakin tinggi,” jelasnya.
Tomson menilai persoalan inflasi seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku. Ia berharap pemerintah lebih fokus pada kebijakan ekonomi yang konkret dan berjangka panjang untuk menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
“Rakyat Maluku membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar program seremonial atau penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran. Pemerintah harus memprioritaskan langkah strategis agar inflasi tidak terus berlarut dan mengganggu stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengendalian inflasi menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya memulihkan daya beli pasca berbagai tekanan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. (RN – BE)