Buton Selatan, RN today.com – Wagub Sultra Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Buton Selatan, Perkuat Sektor Perikanan dan Pariwisata Pesisir Potensi perikanan yang ada di Kabupaten Buton Selatan menjadi salah satu sektor utama dalam pengembangan ekonomi masyarakat kecil.Nelayan di Kabupaten Buton Selatan mulai ditata rapi oleh pemerintah daerah untuk bisa menjadi salah satu produk lokal yang berdaya saing.
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Lande, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu (28/3/2026). Dalam agenda tersebut, Wagub didampingi Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios. Turut mendampingi Wakil Gubernur Sultra, yakni Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Sultra H. Saido Bonsai, S.Sos., M.Si, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara Sri Resqina R. Laydi, S.Ip., M.Si. Hadir pula mendampingi Bupati Buton Selatan, Plt. Kepala Dinas Perikanan Buton Selatan Nafiruddin dan Kabag Hukum Buton Selatan Samrizal.
Kunjungan difokuskan pada peninjauan Koperasi Merah Putih yang merupakan bagian dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa. Program ini diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi baru masyarakat pesisir, khususnya di kawasan Teluk Lande, yang terintegrasi dengan sektor perikanan dan pariwisata.
Dalam keterangannya, Wagub menekankan pentingnya optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai penopang utama aktivitas perikanan masyarakat.
“Tidak perlu pengadaan mesin baru, cukup dilakukan penyempurnaan agar operasionalnya lebih optimal,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kebutuhan ikan di kawasan Teluk Lande mencapai sekitar 15 ton, sementara produksi yang mampu dipenuhi saat ini baru sekitar 3 ton. Kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas produksi yang didukung fasilitas TPI yang memadai.
Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga mendorong percepatan pembangunan pelabuhan perikanan sebagai infrastruktur strategis. Rencana pembangunan yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dengan alokasi anggaran sekitar Rp30 miliar dari pemerintah pusat diharapkan dapat kembali diaktifkan.
Pemprov bersama Pemkab Buton Selatan akan segera melakukan koordinasi lanjutan guna mengusulkan kembali program tersebut ke pemerintah pusat.
Selain sektor perikanan, kawasan Desa Gerak Makmur dan sekitarnya juga dinilai memiliki potensi besar di sektor pariwisata pesisir. Karakter Teluk Lande yang tenang, panorama tebing yang eksotis, serta keberadaan destinasi seperti Waburi Park, Wasuemba, dan Burangasi menjadi nilai tambah dalam pengembangan kawasan berbasis ekonomi pesisir terpadu.
Wagub menilai kawasan tersebut merupakan contoh integrasi kampung nelayan dengan sektor perikanan dan pariwisata yang saling mendukung, sehingga mampu mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha masyarakat secara berkelanjutan. (HA)