PENDIDIKAN

Puncak Dies Natalis ke-63, UNPATTI Tegaskan Tema Kolaborasi Menuju Kampus Unggul dan Berdampak Menyongsong Indonesia Emas 2045

Share Berita

Ambon, RN Today.com – Perayaan Dies Natalis ke-63 Universitas Pattimura (Unpatti) tahun 2026 tidak sekadar seremoni tahunan. Momentum ini ditegaskan sebagai panggung konsolidasi gagasan besar dengan kolaborasi, inovasi, dan dampak nyata bagi pembangunan kawasan timur Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy, M Pd. menekankan bahwa tema Dies Natalis tahun ini berfokus pada penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi menuju kampus berkelas dunia (World Class University).

Menurutnya, Unpatti tidak bisa lagi berjalan sendiri. Tantangan global menuntut sinergi yang lebih luas, baik secara internal antar fakultas maupun eksternal dengan pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional.

“Semangat kolaborasi ini bukan hanya slogan, tetapi telah kami wujudkan dalam berbagai kerja sama strategis yang berdampak langsung,” tegas Rektor di gedung Auditorium Unpatti jumat, 24/04/2026.

Lanjutnya, salah satu wujud konkret dari tema tersebut adalah peluncuran buku “Kolaborasi Pattimura”, yang merangkum konsep besar tridarma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan keunggulan berbasis kelautan. Buku ini bahkan telah memperoleh hak cipta dan disiapkan untuk diintegrasikan dalam kurikulum di seluruh program studi.

Rektor juga menyoroti bahwa kekuatan utama Unpatti terletak pada kualitas sumber daya manusia, baik dosen maupun mahasiswa, serta dorongan kuat terhadap internasionalisasi, penguatan riset, dan tata kelola institusi yang semakin profesional.

”Fokus ini diarahkan untuk mengejar akreditasi unggul di semua lini program studi, kemahasiswaan, hingga institusi secara keseluruhan. Lebih jauh, Unpatti ingin membangun reputasi ilmiah yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga kompetitif di tingkat global,” tegasnya

Rektor pun mengingatkan bahwa orientasi utama tetap pada dampak. Kampus harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Maluku dan Indonesia Timur, yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan pembangunan.

Dies Natalis ke-63 ini juga diposisikan sebagai bagian dari kontribusi Unpatti dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Kampus dituntut melahirkan talenta unggul bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menciptakan perubahan.

“Unpatti akan terus menjadi motor penggerak pembangunan, mitra strategis pemerintah, dan pusat lahirnya inovasi yang berdampak,” ujarnya.

Dengan tema yang menekankan kolaborasi dan keberlanjutan, Dies Natalis ke-63 Unpatti menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan, tetapi harus mampu menciptakan solusi nyata bagi masa depan daerah dan bangsa. (BE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *