HUKUM

Misteri Ratusan Kaleng Sianida Jadi Sorotan, Massa Desak Kapolda Maluku Bersihkan Internal Kepolisian

Share Berita

Ambon, RN Today.com – Polemik penanganan kasus sianida kembali memanas setelah puluhan massa dari Konsorsium LSM Maluku menggelar unjuk rasa di depan Markas Polda Maluku, Senin, 11 Mei 2026. Dalam aksi tersebut, massa menuntut Kapolda Maluku turun langsung menangani dugaan keterlibatan oknum aparat serta membuka secara transparan keberadaan ratusan kaleng sianida yang belum diketahui nasibnya.

Massa menilai kasus tersebut tidak lagi sekadar persoalan penyitaan barang berbahaya, tetapi telah berkembang menjadi polemik internal institusi kepolisian akibat munculnya dugaan pemerasan terhadap Hj Hartini oleh sejumlah oknum aparat. Karena itu, mereka meminta Kapolda Maluku segera mengambil langkah tegas untuk membersihkan internal dan memulihkan kepercayaan publik.

Dalam orasinya, massa menyebut sejumlah nama anggota polisi yang diduga terkait dalam persoalan tersebut, yakni Bripka Erick Risakotta, Bripka Irvan, Kompol Soleman, dan AKP Riando Ervandes Lubis yang saat itu menjabat Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tahun 2025. Massa mendesak agar seluruh dugaan keterlibatan diproses secara terbuka tanpa perlindungan terhadap pihak tertentu.

Sorotan tajam juga diarahkan pada penanganan barang bukti sianida. Massa mempertanyakan selisih jumlah barang yang disebut dalam proses penyelidikan. Mereka menilai publik perlu mendapat penjelasan rinci terkait keberadaan sekitar 300 kaleng sianida yang hingga kini belum dipublikasikan secara jelas.

“Yang diumumkan disita hanya 46 kaleng, lalu sisanya ke mana? Jangan sampai ada upaya menutup-nutupi fakta dalam kasus ini,” ujar salah satu orator aksi massa

Selain mendesak transparansi dari Polda Maluku, massa juga meminta evaluasi terhadap Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang. Menurut mereka, wilayah hukum Polres Buru disebut menjadi lokasi penanganan barang tersebut sehingga perlu ada penjelasan resmi mengenai keberadaan dan status barang bukti.

Dalam aksi itu, massa turut mendesak penyidik memeriksa dan memproses Haji Komar yang diduga memiliki keterkaitan dengan kepemilikan sianida. Mereka meminta penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesan tebang pilih dalam proses hukum.

Massa menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga seluruh dugaan keterlibatan dibuka secara terang dan proses hukum dilakukan secara adil serta transparan sementara  aksi Demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. (RN-BE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *