BUDAYA

Ketua MUI dan Tokoh Agama Tanimbar Dorong Pembinaan Generasi Qur’ani Secara Berkelanjutan

Share Berita

Saumlaki, RN Today.com –   Persoalan pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Kepulauan Tanimbar kembali menjadi perhatian para tokoh agama. Dalam sebuah diskusi bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Haji Tamsil Herman, dan tokoh agama sekaligus aparatur Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ustaz Abdul Karim Rahayaan, berbagai gagasan dan harapan disampaikan untuk membangun sistem pembinaan yang lebih baik demi melahirkan peserta MTQ yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Dalam diskusi tersebut, Ustaz Abdul Karim Rahayaan menegaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di seluruh desa dan wilayah muslim di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Menurutnya, TPA dan TPQ merupakan fondasi utama dalam menemukan bibit-bibit unggul yang nantinya dapat dibina secara berjenjang oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

“Yang pertama harus dilakukan adalah mengembangkan TPA dan TPQ di setiap desa. Dari situlah akan lahir bibit-bibit yang nantinya dapat dipersiapkan menjadi kader-kader MTQ Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah proses identifikasi bakat dan potensi dilakukan, langkah berikutnya adalah mempersiapkan kader-kader tersebut melalui pendidikan yang lebih intensif, termasuk mengirim mereka ke pondok pesantren yang memiliki kompetensi dalam bidang tilawah, tahfiz, dan ilmu-ilmu Al-Qur’an.

“Kader-kader yang sudah teridentifikasi potensinya perlu diberikan kesempatan untuk belajar di pondok pesantren. Dengan demikian mereka dapat memperoleh pembinaan yang lebih baik dan suatu saat menjadi duta-duta MTQ yang membanggakan Tanimbar,” tambahnya.

Selain itu, Ustaz Abdul Karim menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan generasi Qur’ani tidak mungkin dibebankan hanya kepada satu pihak. Menurutnya, diperlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, pemerintah desa, LPTQ, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Kesadaran untuk membangun sumber daya manusia Qur’ani harus menjadi kesadaran kolektif. Orang tua harus memberikan motivasi kepada anak-anaknya untuk mencintai Al-Qur’an. Pemerintah desa harus mendukung kegiatan keagamaan. LPTQ harus menjalankan fungsi pembinaannya. Semua harus saling bersinergi,” katanya.

Menurutnya, tanpa kerja sama yang baik antara seluruh pemangku kepentingan, akan sulit melahirkan generasi yang memiliki kompetensi dan daya saing di bidang Al-Qur’an.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Haji Tamsil Herman, menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Tanimbar sesungguhnya memiliki potensi besar untuk melahirkan peserta-peserta MTQ yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah keseriusan dalam membangun sarana, prasarana, dan sistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Di Tanimbar ini banyak potensi. Banyak anak-anak yang memiliki kemampuan dan bakat. Yang perlu dilakukan adalah menyiapkan tempat-tempat pengajian yang baik dan memperkuat pembinaan sejak usia dini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi dalam bidang tilawah dan tahfiz Al-Qur’an.

“Kita membutuhkan guru-guru yang mampu membimbing anak-anak ini. Kalau perlu mendatangkan tenaga pengajar dari pesantren yang memiliki pengalaman dalam pembinaan hafalan Al-Qur’an, mulai dari satu juz, lima juz, sepuluh juz hingga tiga puluh juz. Dari situlah akan lahir bibit-bibit peserta MTQ yang berkualitas,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haji Tamsil Herman juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pengembangan generasi Qur’ani.

Menurutnya, dukungan pemerintah sangat menentukan keberhasilan program pembinaan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga keagamaan.

“Pemerintah daerah, tokoh agama, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan. Kita membutuhkan motivasi, dorongan, sarana, prasarana, dan dukungan anggaran yang memadai. Jika semua itu tersedia, saya yakin Tanimbar tidak akan kekurangan bibit-bibit unggul untuk ajang MTQ di masa mendatang,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan sumber daya manusia Qur’ani dapat menjadi salah satu prioritas daerah karena selain membentuk karakter generasi muda, hal tersebut juga akan membawa nama baik Kabupaten Kepulauan Tanimbar di tingkat provinsi maupun nasional.

Diskusi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan perlombaan semata, tetapi dimulai jauh sebelumnya melalui pembinaan yang terencana, berkelanjutan, dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat.

Harapan besar kini tertuju kepada semua pihak agar bersama-sama membangun sistem pembinaan yang kuat sehingga putra-putri asli Tanimbar dapat tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang MTQ di masa yang akan datang.(IR)

Editor : RN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *