PENDIDIKAN

ANTISIPASI KARHUTLA, MAHASISWA KKN UNPATTI DORONG GERAKAN DESA BEBAS BAKAR DI KAIRATU BARAT

Share Berita

SBB, RN Today.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti) mengusung program Desa Bebas Bakar sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembakaran terbuka dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Program tersebut menjadi salah satu prioritas KKN Unpatti Angkatan LIII Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Empat desa menjadi sasaran kegiatan, yaitu Waesamu, Nuruwe, Kamal, dan Waisarisa. Mahasiswa mulai ditempatkan di wilayah tersebut pada Kamis (15/10/2026) dan diterima langsung oleh pemerintah desa setempat.

Dosen Pendamping Lapangan KKN Unpatti, Dr. Meigy Nelce Mailoa, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa program Desa Bebas Bakar disiapkan untuk merespons situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan tanpa pembakaran terbuka.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat berperan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran, menjaga lingkungan, serta membangun kebiasaan pengelolaan lahan yang lebih bertanggung jawab.

Pelaksanaan program tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga dirancang melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen warga. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar upaya pencegahan kebakaran tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, melainkan dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Program Desa Bebas Bakar merupakan bagian dari KKN Berdampak yang mengusung tema “Membangun Desa melalui KKN Berdampak”. Pelaksanaannya berada di bawah koordinasi Ketua Pengelola KKN Unpatti, Prof. Dr. Ir. Jusuf Leiwakabessy, M.S.

Selain edukasi lingkungan, mahasiswa juga menjalankan program Desa Data Week untuk memetakan kondisi dan kebutuhan desa. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menyusun program utama serta kegiatan pendamping sesuai dengan potensi dan persoalan yang ditemukan di lapangan.

Melalui program Desa Bebas Bakar, mahasiswa KKN Unpatti diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, serta mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Pengabdian mahasiswa di empat desa tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan praktik positif yang dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Sumber: Humas Universitas Pattimura

Editor: Admin RN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *