EKONOMI INFRASTRUKTUR

Air Sulit, Mitan Langka, Listrik Kerap Padam, Warga Pasahari Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Share Berita

SERAM UTARA, RN, today.com — Persoalan kebutuhan dasar masyarakat Negeri Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, disebut semakin kompleks. Selain menghadapi kesulitan memperoleh air bersih dan kelangkaan minyak tanah, warga di kawasan Pasahari Pantai atau Kampung Lama juga mengeluhkan kondisi listrik yang disebut kerap mengalami pemadaman.

Keluhan tersebut menambah panjang daftar persoalan yang dirasakan masyarakat. Di tengah musim kemarau, warga harus mencari air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara pasokan minyak tanah disebut telah sulit diperoleh selama sekitar tiga bulan. Pada saat yang sama, listrik yang menjadi kebutuhan penting masyarakat juga disebut tidak selalu menyala secara normal.

Menurut warga, persoalan air bersih menjadi salah satu masalah yang paling berat. Air yang didatangkan ke kawasan Kampung Lama, Pasahari Pantai, disebut dijual sekitar Rp150 ribu untuk satu tong berkapasitas 259 liter.

Bagi warga yang memiliki kemampuan ekonomi, membeli air menjadi pilihan. Namun bagi masyarakat yang tidak mampu, mereka disebut terpaksa menempuh perjalanan sekitar dua kilometer untuk mendapatkan air sungai yang pada musim kemarau debitnya semakin kecil dan kondisinya keruh.

“Air susah, minyak tanah juga susah. Belum lagi listrik kadang mati. Jadi persoalan di sini banyak sekali,” keluh seorang warga Pasahari.

Warga juga mengaku kondisi sumber air saat ini berbeda dengan masa lalu. Mereka menyebut air yang tersedia di sejumlah lokasi terasa asin dan berwarna kecokelatan. Sebelumnya, masyarakat masih memiliki kali kecil yang airnya dapat dimanfaatkan untuk mencuci.

Warga menduga perubahan kondisi sumber air tersebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan tambak udang yang menurut kesaksian masyarakat telah berdiri sejak 1997. Namun dugaan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan kualitas air dan kajian lingkungan oleh instansi berwenang untuk memastikan penyebabnya.

Sementara itu, kelangkaan minyak tanah disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan. Para pengecer dikabarkan harus mencari pasokan dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

Akibatnya, sebagian warga disebut terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari alternatif sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Di sisi lain, warga Pasahari Pantai atau Kampung Lama juga mengeluhkan persoalan listrik yang disebut kerap padam. Meskipun durasi dan frekuensi pemadaman perlu dikonfirmasi kepada pihak penyedia listrik, warga menilai persoalan tersebut semakin menambah beban kehidupan sehari-hari.

Air bersih sulit, minyak tanah langka, listrik kerap padam—warga menyebut persoalan yang mereka hadapi sudah menjadi rangkaian masalah yang kompleks.

Direktur Pusat Advokasi Maluku Peduli (PAMALI), Erwin Banea, yang juga merupakan putra Seram, sebelumnya menyoroti kondisi masyarakat Pasahari. Ia menilai pemerintah daerah perlu lebih serius melihat berbagai persoalan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Erwin, masyarakat sangat wajar menyampaikan keluhan hingga kepada pemerintah pusat apabila persoalan kebutuhan dasar yang mereka hadapi belum mendapatkan penyelesaian yang dirasakan nyata di lapangan.

“Kalau air bersih sulit, minyak tanah langka, kemudian listrik juga sering bermasalah, ini menunjukkan persoalannya tidak bisa dilihat satu per satu. Pemerintah harus turun dan melihat langsung kondisi masyarakat,” tegas Erwin.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Pemerintah Provinsi Maluku bersama DPRD terkait melakukan evaluasi dan turun langsung ke Pasahari untuk mendengar keluhan masyarakat.

Erwin juga mendorong agar pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap sumber air, mengevaluasi distribusi minyak tanah, serta memastikan persoalan kelistrikan di wilayah tersebut mendapat penanganan sesuai kewenangan masing-masing.

Masyarakat Pasahari berharap persoalan yang mereka hadapi mendapat perhatian lebih luas, termasuk dari pemerintah pusat.

Di tengah kompleksnya persoalan kebutuhan dasar tersebut, suara warga Pasahari kembali mengarah ke Jakarta: Presiden Prabowo Subianto diminta melihat kondisi masyarakat di wilayah Seram yang mengaku masih berjuang mendapatkan kebutuhan dasar secara layak.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebagai keluhan dari kampung ke kampung. Mereka menginginkan solusi yang berkelanjutan sehingga kebutuhan air bersih, energi rumah tangga, dan listrik dapat terpenuhi secara lebih layak.

 

Editor : RN01

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *