PERISTIWA

Bentrokan Warga Banemo–Sibenpopo Kian Memanas, Senjata Tradisional hingga Molotov Digunakan

Share Berita

HalTeng, RN today.com – Bentrokan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, kembali memanas pada Jumat (3/4/2026). Hingga pukul 10.00 WIT, situasi di wilayah perbatasan kedua desa dilaporkan semakin tidak terkendali dengan aksi saling serang yang terus berlangsung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa dari kedua kubu terlibat bentrok menggunakan berbagai alat, mulai dari batu, senapan angin, hingga senjata tradisional seperti tombak dan panah. Bahkan, dalam eskalasi terbaru, diduga telah digunakan bom molotov yang memperparah situasi di lapangan.

Bentrok terjadi di jalur pemukiman warga yang menjadi titik rawan karena memiliki banyak akses jalan tembus antara kedua desa. Kondisi ini membuat massa dengan mudah bergerak dan saling menyerang dari berbagai arah, sehingga memperluas area konflik dan meningkatkan risiko bagi warga sekitar.

Situasi di lokasi dilaporkan masih tegang, dengan kedua kelompok massa tetap berhadap-hadapan tanpa tanda-tanda mereda. Warga yang berada di sekitar lokasi konflik pun diliputi rasa takut dan memilih mengamankan diri untuk menghindari dampak bentrokan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun langkah penanganan yang telah dilakukan aparat keamanan. Namun, diharapkan pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk meredam konflik dan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan serius terkait potensi konflik horizontal di wilayah tersebut. Pemerintah daerah dan aparat keamanan dituntut bergerak cepat untuk melakukan mediasi serta memastikan situasi kembali kondusif sebelum eskalasi semakin meluas. (HB).

Editor : RN-BE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *