Ambon, RN Today.com – Salah satu warga Negeri Waiheru kembali mengeluhkan bantuan peternakan yang diusulkannya melalui proposal resmi kepada Pemerintah Desa Waiheru. Bantuan tersebut berupa ternak ayam sebanyak 100 ekor, dan itik 100 ekor, serta perlengkapan penunjang peternakan lainnya, namun hingga kini tak kunjung diterima oleh penerima manfaat.
Warga bernama Halid Attamimi mengaku kecewa dan geram terhadap sikap aparatur desa yang dinilai bekerja secara amburadul dan tidak profesional dalam menyalurkan hak masyarakat. Menurut Halid, Pemerintah Desa Waiheru berdalih adanya pemotongan pajak sebagai alasan keterlambatan penyerahan bantuan, padahal secara administrasi bantuan tersebut telah melewati seluruh tahapan sejak dari pemerintah dan tinggal disalurkan kepada masyarakat penerima proposal.
“Alasan potong pajak itu terlalu berbelit-belit. Bantuan sudah sampai ke desa, tinggal diserahkan kepada warga yang mengajukan proposal,” tegas Halid.
Lebih lanjut, Halid menuding adanya dugaan permainan oleh oknum staf desa bernama Said, yang diduga mempermainkan hak masyarakat. Bahkan, warga mencurigai bahwa bantuan peternakan yang dialokasikan pada tahun 2024 tersebut telah ‘disulap’ atau dialihkan oleh pihak desa, sehingga tidak sampai ke tangan penerima yang sah.
Kekecewaan warga pun mengarah pada tanggung jawab pimpinan desa. Halid secara tegas meminta Kepala Desa Waiheru untuk bertanggung jawab penuh atas hak-hak masyarakatnya serta memastikan transparansi dan kejelasan penyaluran bantuan peternakan tersebut.
Warga berharap aparat pengawas dan pihak berwenang segera turun tangan mengusut dugaan penyimpangan ini agar tidak menimbulkan preseden buruk serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Sementara Kades Waiheru Usman Ely ketika dihubungi vis whatsApp menyampaikan, informasi terkait bantuan tersebut adalah informasi yang salah. Selama ini tidak ada bantuan dari dinas Peternakan berupa ayam dan itik di desa Waiheru. ujarnya melalui sambungan telepon
Editor : RN BE02