Ambon, RN Today.com – Di tengah berbagai keterbatasan anggaran yang dihadapi Kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Kepulauan Tanimbar selama mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku di Kota Ambon, Ketua LPTQ Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maharaja Tuharea, tetap menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang tinggi dalam mengawal seluruh peserta, pelatih, pendamping, dan official.
Sejak keberangkatan dari Saumlaki hingga tiba di Kota Ambon, Maharaja Tuharea terus memastikan seluruh kebutuhan dasar kontingen dapat terpenuhi meskipun dengan kondisi anggaran yang sangat terbatas.
Kontingen Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebelumnya memperoleh dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar kurang lebih Rp100 juta untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Maluku. Dukungan tersebut diapresiasi sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di daerah.
Namun dalam pelaksanaannya, berbagai kebutuhan operasional selama berada di Ambon ternyata harus ditanggung oleh kontingen sendiri, mulai dari biaya penginapan, konsumsi, transportasi lokal, hingga kebutuhan teknis lainnya yang tidak sepenuhnya dibiayai oleh panitia pelaksana.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus LPTQ dalam memastikan seluruh peserta tetap dapat mengikuti perlombaan dengan baik dan tanpa terganggu oleh persoalan teknis maupun kebutuhan dasar selama berada di lokasi kegiatan.
Meski demikian, Ketua LPTQ Kabupaten Kepulauan Tanimbar tetap berupaya mencari berbagai solusi agar seluruh peserta tetap merasa nyaman dan fokus menghadapi perlombaan.
Menurut sejumlah peserta dan pendamping, Maharaja Tuharea tidak hanya menjalankan tugas sebagai Ketua LPTQ secara administratif, tetapi juga aktif mendampingi, memantau kondisi peserta, memberikan motivasi, serta memastikan seluruh anggota kontingen mendapatkan perhatian yang sama.
“Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, beliau terus berupaya mencari jalan keluar. Beliau selalu hadir, selalu mengontrol kondisi peserta, berkomunikasi dengan pendamping dan pelatih, serta memastikan kebutuhan peserta tetap menjadi prioritas,” ungkap salah satu anggota kontingen.
Perhatian tersebut dinilai penting karena para peserta yang hadir di Ambon merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang akan membawa nama daerah dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Maluku.
Sementara itu, dalam pertemuan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar selaku Ketua Rombongan, persoalan keterbatasan anggaran kontingen juga telah disampaikan secara terbuka. Pemerintah Daerah melalui Sekda disebut memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dan berkomitmen untuk mencari solusi sesuai kemampuan dan mekanisme yang tersedia.
Di tengah tantangan yang dihadapi, semangat seluruh kontingen tetap terjaga. Para peserta terus mempersiapkan diri menghadapi cabang-cabang perlombaan yang akan berlangsung selama pelaksanaan MTQ.
Kontingen Kabupaten Kepulauan Tanimbar berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Tanimbar agar seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjaga nama baik daerah, serta memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Bagi pengurus LPTQ, keberhasilan MTQ bukan semata-mata diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan perjuangan bersama dalam membina generasi Qur’ani yang kelak akan menjadi kebanggaan daerah di masa depan. (IR)
Editor : RN
