Ambon, RN today.com – Universitas Pattimura resmi meluncurkan program studi dokter spesialis yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura sebagai langkah strategis memperkuat mutu pendidikan tinggi di bidang kesehatan, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Peluncuran berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Selasa, 10 Februari 2022, dan ditandai dengan prosesi pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya program. Kegiatan tersebut dipimpin Rektor Prof Freddy Lewakabessy, bersama perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor kesehatan.
Turut hadir mewakili pemerintah daerah, Sekretaris Daerah Maluku Utara, serta jajaran Fakultas Kedokteran dan rumah sakit mitra, termasuk Dekan FK dr. Farah Noya dan Pelaksana Tugas Direktur RSUD Haulussy dr. Novita Elvia Nikijuluw.
Dukungan pemerintah pusat juga terlihat melalui kehadiran perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mengikuti kegiatan secara daring, bersama Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia dan berbagai stakeholder lainnya.
Peluncuran ini mencakup tiga program studi strategis, yakni spesialis obstetri dan ginekologi, spesialis ilmu penyakit dalam, serta spesialis ilmu bedah. Kehadiran ketiga program ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran lanjutan di Unpatti.
Selain itu, acara juga dihadiri unsur Forkopimda Maluku, para bupati dan wali kota se-Maluku, serta direktur rumah sakit, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap penguatan layanan kesehatan di daerah.
Rektor dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pembukaan program spesialis ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak tenaga dokter spesialis di wilayah Maluku dan sekitarnya.
Dengan hadirnya program ini, Unpatti diharapkan mampu mencetak tenaga medis profesional yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga siap mengabdi dan menjawab tantangan pelayanan kesehatan di kawasan timur Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya.
Editor : RN-BE




