Ambon, RN today.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konsorsium Pemuda Seram Bagian Barat (SBB) menggelar dialog publik yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Rabu, (5/3/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Pemuda Seram Bagian Barat Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Maluku.”
Dialog tersebut menghadirkan Nur Mardas, ST., MT., putri daerah asal Seram Bagian Barat, sebagai narasumber utama. Forum ini menjadi ruang diskusi bagi kalangan pemuda dan mahasiswa untuk bertukar gagasan serta memperkaya perspektif tentang peran generasi muda dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dalam dialog tersebut ditegaskan bahwa pembangunan di Maluku tidak bisa hanya dilihat dari sisi proyek atau program pemerintah semata, tetapi harus dipahami secara konstruktif dan berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya pemuda.
Para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diajak untuk melihat pembangunan dari perspektif akademis dan intelektual yang lebih luas. Perbedaan latar belakang keilmuan dinilai menjadi kekuatan untuk membangun gagasan bersama demi masa depan Maluku.
Narasumber menekankan bahwa dialog seperti ini penting untuk memperluas wawasan dan mendekatkan pengetahuan antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya bersikap kritis, tetapi juga harus mampu memberikan gagasan konstruktif yang dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan.
“Pemuda harus hadir bukan hanya sebagai pengkritik, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Nur Mardas dalam diskusi tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan yang tidak dikelola secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan ketimpangan dan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemuda menjadi penting untuk memastikan pembangunan berjalan secara adil dan inklusif.
Melalui kegiatan dialog ini, DPD Konsorsium Pemuda Seram Bagian Barat berharap lahir gagasan dan pemikiran baru dari kalangan pemuda untuk mendukung pembangunan Maluku yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda.(RN-BE)