EKONOMI OPINI

Negara Tidak Boleh Menjadikan Rakyat Takut untuk Bertumbuh

Share Berita

RN Today.com – Negara yang sehat bukanlah negara yang sekadar bangga karena angka penerimaan pajaknya meningkat setiap tahun. Negara yang benar-benar sehat adalah negara yang mampu menciptakan rasa aman bagi rakyatnya untuk tumbuh, bekerja, dan membangun usaha tanpa dihantui ketakutan yang berlebihan terhadap sistem yang rumit. Sebab pada akhirnya, pajak yang kuat hanya bisa lahir dari ekonomi rakyat yang hidup dan bergerak.

Hari ini banyak pelaku usaha kecil merasa sedang berjalan di lorong yang sempit. Ketika mereka belum memiliki legalitas usaha, mereka dianggap tidak tertib. Namun ketika mereka mulai masuk ke sistem resmi membuat CV, PT, NPWP, hingga PKP yang mereka hadapi justru tumpukan kewajiban administratif yang membingungkan. Mereka dituntut memahami pelaporan digital, perubahan aplikasi, istilah perpajakan, hingga ancaman denda yang tidak sedikit. Padahal sebagian besar dari mereka hanya rakyat biasa yang mencoba memperbaiki kehidupan keluarganya.

Yang lebih menyakitkan, banyak pengusaha kecil sebenarnya sudah membayar pajak dalam berbagai bentuk. Saat membeli barang mereka membayar pajak. Saat menjual barang ada pungutan. Saat bekerja sama dengan perusahaan besar ada pemotongan pajak. Tetapi semua itu belum dianggap cukup. Salah administrasi sedikit saja bisa berujung sanksi. Telat pelaporan langsung didenda. Tidak memahami sistem dianggap sebagai kelalaian. Di sinilah muncul kesan bahwa negara terlalu cepat menghukum, tetapi terlalu lambat membina.

Persoalan seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Sebab ketakutan terhadap sistem bisa menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi rakyat. Orang akhirnya takut membuka usaha resmi. Takut memperbesar bisnis. Takut menambah pekerja. Bahkan tidak sedikit yang memilih tetap berada di sektor informal karena merasa legalitas hanya akan membawa beban baru. Jika keadaan ini terus terjadi, maka negara secara perlahan sedang mematikan keberanian masyarakat untuk berkembang.

Padahal harus diakui, pengusaha kecil adalah tulang punggung ekonomi di banyak daerah. Mereka mungkin tidak memiliki gedung tinggi atau modal besar, tetapi merekalah yang menciptakan lapangan kerja, menjaga perputaran uang di pasar lokal, dan menopang kehidupan masyarakat bawah. Bengkel kecil, toko bangunan, warung, usaha keluarga, nelayan, petani, hingga jasa harian semuanya adalah denyut ekonomi yang nyata. Ketika mereka jatuh, yang terdampak bukan hanya satu usaha, tetapi rantai kehidupan masyarakat luas.

Karena itu, negara perlu mengubah cara pandangnya. Pajak memang penting, tetapi pendekatan terhadap rakyat tidak boleh hanya berisi ancaman dan sanksi. Negara harus hadir dengan pembinaan yang nyata, sistem yang sederhana, dan kebijakan yang lebih manusiawi. Kesalahan pertama seharusnya menjadi ruang edukasi, bukan langsung menjadi alat penghukuman. Sebab kepatuhan yang lahir dari ketakutan tidak akan pernah bertahan lama.

Pemimpin yang bijak tidak hanya sibuk mencari cara menambah penerimaan negara, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan kebijakan yang membuat rakyat produktif. Sebab ketika rakyat diberi ruang untuk tumbuh, ekonomi akan berkembang dengan sendirinya. Investasi datang karena stabilitas. Lapangan kerja tercipta karena usaha berkembang. Dan penerimaan negara meningkat bukan karena tekanan, tetapi karena aktivitas ekonomi yang sehat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah negara bukan sekadar seberapa besar pajak yang berhasil ditarik, tetapi seberapa banyak rakyat yang tetap mampu berdiri, bekerja, dan memiliki harapan terhadap masa depannya. Sebab negara yang kuat bukan negara yang membuat rakyat takut untuk berusaha, melainkan negara yang mampu memastikan bahwa setiap kerja keras rakyat mendapat ruang untuk tumbuh dengan adil dan bermartabat.

Oleh : Redaktur Media RN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *