EKONOMI PEMERINTAHAN

Dari Laut ke Darat, Revolusi Ekonomi Aru Dimulai Lewat 10 Juta Pohon Kelapa

Share Berita

DOBO, RN Today.com – Di tengah ketidakpastian hasil tangkapan ikan akibat perubahan musim dan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru mulai menyiapkan alternatif ekonomi baru bagi masyarakatnya.
Alternatif itu bukan tambang, bukan industri besar, melainkan kelapa.

Melalui Program Pengembangan 10 Juta Pohon Kelapa, Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel ingin menjadikan komoditas yang selama ini tumbuh alami di berbagai wilayah pesisir Aru sebagai motor penggerak ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

Gagasan tersebut lahir dari kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat Aru masih bergantung pada hasil laut. Saat gelombang tinggi datang, aktivitas melaut terpaksa dihentikan dan pendapatan masyarakat ikut terganggu.
Karena itu, pemerintah daerah melihat kelapa sebagai solusi yang mampu menghadirkan keseimbangan ekonomi antara sektor laut dan darat.

‘Kelapa dipilih karena memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi iklim tropis Aru. Tanaman ini tidak membutuhkan sistem irigasi yang rumit, mampu bertahan pada musim kemarau panjang, dan sangat cocok dengan karakteristik wilayah pesisir, ujar Kaidel

Lebih dari itu, Menurutnya, Pasar dunia saat ini menunjukkan tren yang sangat positif terhadap berbagai produk turunan kelapa. Permintaan santan, minyak kelapa, air kelapa, dan produk berbasis nabati terus mengalami peningkatan. Momentum inilah yang ingin dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.

”Target 10 juta pohon diperkirakan akan memanfaatkan sekitar 64 ribu hektare lahan atau hanya sekitar 10 persen dari total daratan Aru. Sebagian besar penanaman difokuskan pada kawasan pesisir yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Bupati

Program tersebut mulai dijalankan melalui pendekatan partisipatif. Pemerintah desa membeli buah kelapa dari masyarakat untuk dijadikan bibit, sementara warga dilibatkan secara langsung dalam kegiatan penanaman.
Sejumlah desa bahkan telah memulai langkah awal dengan menanam ribuan bibit kelapa sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.

”Apabila target produksi tercapai, Aru berpotensi menghasilkan ratusan ribu ton kelapa setiap musim panen. Produksi dalam skala besar ini diyakini dapat menarik investasi industri pengolahan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal,” tambahnya

Di sisi lain, kebun kelapa juga akan menjadi aset keluarga yang bernilai tinggi. Dengan usia produktif yang panjang, pohon kelapa dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar kepemilikan lahan dan kebun kelapa memiliki kepastian hukum sehingga dapat menjadi warisan ekonomi bagi anak cucu masyarakat Aru.

Editor : RN-BE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *