SERAM, RN Today.com Harapan masyarakat Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terhadap konektivitas antarwilayah kembali mengemuka. Warga meminta pembangunan dan peningkatan akses Manipa–Kelang tidak lagi berhenti pada wacana, tetapi mulai mendapat perhatian serius dalam agenda pembangunan pemerintah.
Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat melalui Habib Said. Mereka berharap anggota DPR RI asal daerah pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, dapat membawa persoalan konektivitas Manipa ke tingkat pemerintah pusat.
Bagi masyarakat, akses transportasi memiliki hubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Jalan dan konektivitas yang memadai dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas warga, mengangkut hasil perkebunan, menunjang kegiatan ekonomi serta memudahkan akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan.
“Manipa merupakan bagian dari Indonesia dan masyarakatnya juga mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan, termasuk infrastruktur jalan yang layak,” demikian aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Habib Said.
Bukan Persoalan Baru
Persoalan konektivitas Manipa sebenarnya bukan sepenuhnya hal baru dalam dokumen perencanaan daerah. Peraturan Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat Nomor 3 Tahun 2014 tentang RTRW Kabupaten SBB telah mencantumkan pengembangan jaringan transportasi yang berkaitan dengan kawasan Manipa.
Dalam dokumen tersebut tercantum rencana pengembangan lintas penyeberangan Pohon Batu–Taniwel–Manipa–Kelang–Buano–Ambon–Buru serta lintasan Manipa–Kelang–Waesala. Dokumen yang sama juga mencantumkan rencana jalan lingkar Pulau Manipa.
Artinya, kebutuhan konektivitas antarpulau tersebut telah masuk dalam kerangka perencanaan tata ruang daerah. Persoalan yang kini menjadi perhatian masyarakat adalah bagaimana rencana tersebut diterjemahkan menjadi program pembangunan yang dapat dirasakan langsung.
Masyarakat menilai, keberadaan dokumen perencanaan seharusnya menjadi pijakan untuk mendorong tahapan berikutnya, mulai dari perencanaan teknis, penentuan prioritas, penganggaran hingga pelaksanaan pembangunan.
Saadiah Diminta Tidak Berhenti pada Aspirasi
Harapan kemudian diarahkan kepada Saadiah Uluputty yang saat ini duduk di Komisi V DPR RI, komisi yang antara lain membidangi sektor infrastruktur dan perhubungan.
Pada Februari 2026, Saadiah menyuarakan pentingnya pemerataan perhatian terhadap masyarakat di wilayah timur Indonesia dalam sektor transportasi laut. Ia menyoroti agar masyarakat kepulauan seperti Maluku tidak tertinggal dalam memperoleh fasilitas transportasi.
Masyarakat Manipa berharap perhatian terhadap persoalan transportasi di kawasan kepulauan tersebut juga menyentuh kebutuhan konektivitas Manipa dan Kelang.
Menurut warga, perjuangan di tingkat pusat diperlukan agar kebutuhan infrastruktur di wilayah kepulauan tidak kalah bersaing dengan kebutuhan pembangunan di wilayah daratan yang memiliki akses transportasi lebih mudah.
Jalan Bukan Sekadar Infrastruktur
Bagi masyarakat Manipa, pembangunan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan fisik jalan. Infrastruktur tersebut dipandang sebagai pintu masuk untuk memperkuat aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat.
Hasil perkebunan warga membutuhkan akses menuju pusat distribusi. Anak-anak sekolah membutuhkan transportasi yang lebih mudah. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan juga memerlukan konektivitas yang dapat diandalkan.
Karena itu, keterbatasan akses dinilai memiliki dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat.
Habib Said berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat duduk bersama melihat kembali kebutuhan konektivitas Manipa–Kelang secara lebih konkret.
“Manipa bagian dari Indonesia, harus diperhatikan mulai dari infrastruktur jalan,” tegasnya.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata. Mereka berharap aspirasi tersebut tidak berhenti pada pernyataan politik atau dokumen perencanaan, tetapi memiliki kejelasan mengenai program, sumber pembiayaan, tahapan pekerjaan dan target pelaksanaannya.
Bagi warga Manipa, pembangunan yang merata bukan berarti meminta perlakuan khusus. Mereka hanya ingin wilayah kepulauan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang melalui konektivitas yang layak.
Editor : Admin RN
