AMBON, RN Today.com – Pengukuhan Sarjana Hukum periode April 2026 di Universitas Pattimura berlangsung khidmat pada Jumat (17/4/2026), tidak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum refleksi atas peran strategis lulusan hukum dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam agenda tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (Warek IV), Ruslan H. S. Tawari, menegaskan bahwa lulusan hukum dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan integritas dalam praktik hukum.
Menurutnya, arah transformasi pendidikan tinggi saat ini menuntut penguatan kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lulusan untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan pijakan nilai lokal.
“Kualitas lulusan harus mencerminkan kesiapan menghadapi realitas global, tanpa meninggalkan akar lokal sebagai pijakan moral dan intelektual,” tegas Tawari dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat sistem perencanaan strategis dan kerja sama yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai krusial dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan berbasis teknologi informasi serta memperluas jejaring kemitraan.
Di tengah tuntutan globalisasi dan kompleksitas persoalan hukum, lulusan Universitas Pattimura diharapkan tidak hanya menjadi praktisi hukum, tetapi juga agen perubahan yang mampu membawa nilai keadilan, kepastian hukum, dan keberpihakan pada masyarakat.
Dengan dilepasnya para sarjana hukum periode April 2026, UNPATTI kembali diuji: sejauh mana para alumninya mampu menjaga nama baik almamater sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan hukum di Maluku dan Indonesia.
Editor : RN-BE


