Jakarta RN Today.com – Tokoh muda Sulawesi Tenggara, Syamsul, mengisahkan pengalaman berharganya setelah duduk bersama serta berdiskusi dengan dua tokoh besar nasional: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Momen berkesan itu terjadi dalam kegiatan Partai PSI yang juga dihadiri langsung oleh Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo.
Dalam pertemuan tersebut, Bahlil Lahadalia yang tepat berusia 50 tahun pada hari ulang tahunnya, 7 Agustus 2026 menyampaikan kebanggaannya melihat kehadiran tokoh muda dari wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya dari Wakatobi dan Buton, yang turut memberi warna baru dalam peta politik nasional.
Bahlil berpesan agar Sulawesi Tenggara terus mampu melahirkan pemikir-pemikir muda yang cerdas, guna membawa Indonesia menuju puncak kejayaan atau masa depan Emas tahun 2045. Beliau juga menegaskan kesiapannya untuk turun tangan membantu pembangunan daerah di Sultra, dengan menjadikan tokoh muda sebagai jembatan agar Indonesia Timur semakin maju dan sejajar dengan wilayah lain.
Menurut keterangan Syamsul, nasihat tersebut menjadi pijakan yang kuat bagi kemajuan daerah. “Saya siap menerima tongkat estafet kepemimpinan muda dari Bahlil Lahadalia demi kemajuan Indonesia Timur,” ucapnya.
Syamsul menambahkan, sudah saatnya Sultra mempersiapkan gagasan-gagasan besar agar mampu bersaing dengan kota-kota besar, bahkan dengan destinasi dunia seperti Bali. Ia mencontohkan Wakatobi yang kini mendunia sebagai surga bawah laut, harus menjadi tolok ukur kemajuan bidang budaya, ekonomi, dan politik bagi generasi muda. (Ha)
Editor : Harry
