EKONOMI

Pengecer Kelimpungan Berburu Pasokan, Warga Terpaksa Kembali Gunakan Kayu Bakar

Share Berita

SERAM UTARA, RN today.com –Kelangkaan minyak tanah (mitan) di Negeri Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, membuat aktivitas masyarakat terganggu. Pasokan minyak tanah disebut tidak lagi tersedia secara normal dalam beberapa bulan terakhir, sehingga pengecer harus kelimpungan mencari pasokan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Informasi yang dihimpun awak media, Jumat (26/9/2026), menyebutkan kondisi kelangkaan tersebut telah dirasakan masyarakat sekitar tiga bulan terakhir. Pasokan minyak tanah ke Negeri Pasahari disebut berhenti secara tiba-tiba, sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan setiap hari.

Sejumlah pengecer disebut harus mencari minyak tanah dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya. Upaya tersebut dilakukan untuk mendapatkan pasokan yang kemudian dapat disalurkan kepada masyarakat. Namun, menurut keterangan warga, tidak semua pengecer berhasil memperoleh minyak tanah dalam jumlah yang cukup.

“Pengecer berlarian mencari di mana yang menjual minyak. Kadang-kadang menunggu berbulan-bulan, tetapi ada yang tidak dapat sama sekali. Ada yang dapat hanya untuk dipakai memenuhi kebutuhan sendiri,” ungkap seorang warga.

Kondisi tersebut akhirnya berdampak langsung kepada masyarakat. Warga yang biasanya menggunakan minyak tanah untuk memasak terpaksa mencari bahan bakar alternatif. Sebagian masyarakat kembali menggunakan kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

Bagi masyarakat, penggunaan kayu bakar bukanlah pilihan yang mudah. Warga harus mencari dan menyiapkan kayu agar dapat digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi semakin berat bagi keluarga yang sebelumnya bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan memasak.

Kelangkaan minyak tanah ini juga terjadi ketika masyarakat Pasahari tengah menghadapi persoalan kebutuhan dasar lainnya, yakni sulitnya memperoleh air bersih. Warga sebelumnya mengeluhkan harus membeli air dengan harga sekitar Rp150 ribu untuk satu tong berkapasitas kurang lebih 259 liter.

Sementara bagi warga yang tidak mampu membeli air, mereka disebut terpaksa memanfaatkan sungai yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman. Kondisi sungai tersebut juga dikeluhkan karena debit air mengecil pada musim kemarau dan airnya disebut keruh.

Warga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi yang mereka hadapi. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus mencari penyebab kelangkaan minyak tanah.

Masyarakat juga meminta instansi terkait bersama pihak Pertamina melakukan pengecekan terhadap jalur distribusi minyak tanah ke Negeri Pasahari. Pemeriksaan dinilai penting untuk mengetahui kondisi pasokan dari tingkat agen hingga pangkalan serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti terhentinya pasokan minyak tanah ke Negeri Pasahari belum diketahui. SPIONNEWS.ID masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak pemerintah daerah, instansi teknis maupun pihak terkait lainnya.

Bagi warga Pasahari, persoalan tersebut membutuhkan perhatian segera. Mereka berharap tidak terus dipaksa mencari alternatif sendiri untuk memenuhi kebutuhan dasar, sementara pasokan minyak tanah yang selama ini mereka andalkan belum kembali normal.

Awak media akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi terkait kondisi distribusi minyak tanah di Negeri Pasahari, termasuk jadwal pasokan dan ketersediaan stok bagi masyarakat.

 

Editor RN01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *