Maluku, RN Today.com – Program Pascasarjana Universitas Pattimura (Unpatti) memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui penyelenggaraan The 2nd International Conference on Environmental Sustainability and Archipelagic Studies (ICESAS) 2026 di The Natsepa Resort, Rabu (28/10/2026).
Konferensi internasional yang menjadi puncak peringatan Dies Natalis ke-22 Program Pascasarjana Unpatti ini tidak sekadar menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama penelitian dan mendorong pemanfaatan hasil riset bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah kepulauan.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Implementation Agreement oleh 15 ketua program studi di lingkungan Program Pascasarjana Unpatti bersama mitra internasional, yakni Southern Cross University, Australia, yang diwakili Prof. Amanda Reichelt-Brushett, serta Nihon University, Jepang, yang diwakili Prof. Koichi Murata.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan pengembangan kerja sama dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini mencakup pengembangan penelitian bersama, peningkatan publikasi ilmiah internasional, pertukaran pengetahuan, penguatan kompetensi masyarakat, serta kerja sama dalam pendidikan dan pelestarian lingkungan.
Namun, keberhasilan kerja sama akademik tidak hanya ditentukan oleh penandatanganan dokumen. Implementasi program, kesinambungan penelitian, serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat menjadi aspek penting agar kemitraan internasional tersebut memberikan dampak nyata.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., yang membuka kegiatan secara resmi, mengajak perguruan tinggi dan pemerintah memperkuat sinergi dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis ilmu pengetahuan.
Menurutnya, hasil penelitian perguruan tinggi perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan, program, dan tindakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Maluku sebagai provinsi kepulauan memiliki potensi besar di sektor kelautan, pertanian, dan sumber daya pesisir. Akan tetapi, pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan dukungan penelitian yang kuat, inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah, serta kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Direktur Program Pascasarjana Unpatti, Prof. Dr. Richard B. Luhulima, S.T., M.T., menegaskan bahwa konferensi ini menjadi forum ilmiah untuk membangun jejaring akademik, bertukar pengetahuan, dan merumuskan solusi atas persoalan lingkungan serta tantangan pembangunan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim, kerentanan ekosistem, ketahanan pangan, dan keterbatasan penguasaan teknologi merupakan tantangan yang membutuhkan pendekatan penelitian lintas disiplin dan kolaborasi internasional.
Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak cukup diukur dari jumlah publikasi ilmiah. Riset juga harus mampu menghasilkan inovasi, memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan, serta menghadirkan solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Hadirkan Akademisi dari Enam Institusi Internasional
The 2nd ICESAS 2026 menghadirkan enam pembicara utama dari Indonesia dan sejumlah negara.
Mereka adalah Prof. Dr. Wilma Latuny dari Universitas Pattimura, Indonesia; Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University, Australia; Koichi Murata dari Nihon University, Jepang; Saon Banerjee dari Bidhan Chandra Krishi Viswavidyalaya, India; Peter Starausz dari Corvinus University of Budapest, Hungaria; serta Aditya Wibawa Sakti dari Waseda University, Jepang.
Kehadiran para akademisi tersebut membuka kesempatan untuk memperluas pertukaran pengalaman dan hasil penelitian di bidang pengelolaan sumber daya alam, pertanian, perlindungan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.
Konferensi ini diikuti 137 peserta, terdiri atas 81 peserta daring dan 56 peserta luring. Partisipasi internasional melibatkan delegasi dari Filipina, Irak, Jepang, Malaysia, India, Timor-Leste, Australia, dan Hungaria.
Keikutsertaan peserta lintas negara diharapkan memperluas jaringan penelitian sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih terarah antara akademisi Indonesia dan mitra internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia, Prof. Dr. Christina Sososutiksno, S.E., M.Si., Ak., CA., menjelaskan bahwa ICESAS 2026 merupakan puncak rangkaian peringatan Dies Natalis ke-22 Program Pascasarjana Unpatti yang telah berlangsung sejak Juli 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Pasca Green Campus, syukuran Program Pascasarjana, kuliah tamu bersama pakar asal Jepang Prof. Shinsuke Fujiwara, Ph.D., serta Expo Riset Inovasi yang berlangsung hingga 28 Oktober 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Program Pascasarjana Unpatti berupaya membangun lingkungan akademik yang produktif sekaligus memperkenalkan hasil penelitian dan inovasi kepada masyarakat.
Penyelenggaraan ICESAS 2026 diharapkan menjadi momentum bagi Unpatti untuk memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi persoalan daerah.
Bagi Maluku, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil konferensi, kerja sama internasional, dan berbagai penelitian yang dikembangkan dapat ditindaklanjuti menjadi program konkret yang mendukung pengelolaan sumber daya kepulauan, perlindungan lingkungan, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor: RN01
